Evaluation of Green Open Space Availability at Muhammadiyah University of Tasikmalaya Campus

Authors

  • Ilham Dikrillah
  • Estin Nofiyanti
  • Nurcholis Salman
  • Melly Mellyanawaty

Keywords:

kampus, ruang terbuka hijau, RTH, UMTAS

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan elemen penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman, khususnya di kawasan kampus. Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) sebagai institusi pendidikan perlu melakukan evaluasi terhadap kecukupan RTH di lingkungan kampus untuk mendukung keberlanjutan dan kenyamanan bagi civitas academica. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kecukupan RTH di kampus UMTAS dan membandingkannya dengan standar kebutuhan RTH ideal berdasarkan jumlah penghuni dan kendaraan yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah evaluasi perhitungan luas RTH yang ada di kampus, dan terhitung seluas 557,5 m² atau 2,7% dari total luas lahan kampus. Kemudian, dihitung kebutuhan RTH ideal dengan memperhatikan jumlah penghuni dan kendaraan, yang diperoleh sebesar 13.541 m² atau 66,8% dari total luas lahan. Dari hasil perhitungan diketahui UMTAS memiliki kekurangan RTH seluas 12.983,5 m². Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMTAS mengalami kekurangan RTH yang signifikan, yang dapat berdampak pada kualitas lingkungan kampus. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan RTH yang ideal, UMTAS disarankan untuk memperluas lahan kampus atau membatasi jumlah kendaraan di area kampus. Penelitian ini memberikan dasar bagi perencanaan ruang terbuka hijau yang lebih baik di masa depan untuk menciptakan kampus yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] C. Andersson, K. O. Johnsson, M. Berglund, and A. Öjehagen, “Stress and hazardous alcohol use: Associations with early dropout from university,” Scand J Public Health, vol. 37, no. 7, pp. 713–719, Sep. 2009, doi: 10.1177/1403494809344359.

[2] M. J. Chambel and L. Curral, “Stress in Academic Life: Work Characteristics as Predictors of Student Well‐being and Performance,” Applied Psychology, vol. 54, no. 1, pp. 135–147, Jan. 2005, doi: 10.1111/j.1464-0597.2005.00200.x.

[3] M. Bakhshi, N. Othman, and M. Hussaini, “Green Campus in Promoting Green Open Spaces in University Technology Malaysia Kuala Lumpur Campus,” in SENVAR-iNTA-AVAN 2015, 2015.

[4] S. H. Hamaideh, “Stressors and Reactions to Stressors Among University Students,” International Journal of Social Psychiatry, vol. 57, no. 1, pp. 69–80, Jan. 2011, doi: 10.1177/0020764009348442.

[5] G. B. Gulwadi, E. D. Mishchenko, G. Hallowell, S. Alves, and M. Kennedy, “The restorative potential of a university campus: Objective greenness and student perceptions in Turkey and the United States,” Landsc Urban Plan, vol. 187, pp. 36–46, Jul. 2019, doi: 10.1016/j.landurbplan.2019.03.003.

[6] S. S. Y. Lau, Z. Gou, and Y. Liu, “Healthy campus by open space design: Approaches and guidelines,” Frontiers of Architectural Research, vol. 3, no. 4, pp. 452–467, Dec. 2014, doi: 10.1016/j.foar.2014.06.006.

[7] N. Ambarwati, L. R. W. Faida, and H. Marhaento, “The Effects of Green Open Spaces on Microclimate and Thermal Comfort in Three Integrated Campus in Yogyakarta, Indonesia,” Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning, vol. 10, no. 1, pp. 37–44, Oct. 2023, doi: 10.14710/geoplanning.10.1.37-44.

[8] I. Gandasari, O. Hotimah, and M. Miarsyah, “Pemanfaatan Ruang Terbuka Kampus sebagai Potensi Menjaga Lingkungan,” Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan, vol. 9, no. 2, pp. 71–85, Jan. 2021, doi: 10.21009/JGG.092.04.

[9] E. L. Mayona and B. Fernanda, “Potensi Penerapan Konsep Green Campus pada Atribut Green Open Space di Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung,” Jurnal Rekayasa Hijau, vol. 3, no. 2, Jul. 2019.

[10] C. Ardani, N. Hanafi, and T. Pribadi, “Perkiraan Luas Ruang Terbuka Hijau untuk Memenuhi Kebutuhan Oksigen di Kota Palangkaraya,” Jurnal Hutan Tropis, vol. 1, no. 1, Mar. 2013.

[11] Y. Arsandrie and E. Widayanti, “Perhitungan Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Kartasura Sukoharjo Berdasarkan Luas Wilayah, Julah Penduduk, dan Kebutuhan O2,” SINEKTIKA Jurnal Arsitektur, vol. 15, no. 2, Jul. 2018.

[12] A. R. Tisnasendjaja and W. Monica, “Pemetaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bandung dalam Pemenuhan Kebutuhan Oksigen Berdasarkan Metode Gerarkis,” GEOPLANART, vol. 6, no. 1, Nov. 2023.

[13] A. Ramadhan, “Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Fungsi Ekologis Sebagai Penghasil Oksigen dan Kawasan Resapan Air Sesuai Tipologi Kota,” 2012.

[14] S. Purwatik, B. Sasmito, and B. S. H. Sri Purwatik, “Analisis Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Kebutuhan Oksigen (Studi Kasus: Kota Salatiga),” Jurnal Geodesi Undip, vol. 3, no. 3, Jul. 2014.

Downloads

Published

2025-03-03

How to Cite

Evaluation of Green Open Space Availability at Muhammadiyah University of Tasikmalaya Campus. (2025). Jurnal Sains, Teknologi Dan Rekayasa, 1(1), 10-17. https://journal.umtas.ac.id/JSTR/article/view/6265