Effectiveness of Giving Turmeric Tamarind on The Intensity Of Dysmenorrhea Pain in Adolescents At Al-Ikhwan High School, Tasikmalaya City

Authors

  • Gina Nurmalina Reni Mulyani Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Indonesia
  • Ida Herdiani Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Indonesia
  • Rosy Rosnawanti Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Indonesia
  • Sri Mulyanti Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35568/healthcare.v8i1.7650

Keywords:

Dysmenorrhea, Kunyit Asam, Teenager, Non-Farmakological Therapy

Abstract

Dysmenorrhea is a health problem that is often experienced by adolescent girls and can interfere with daily activities. This condition is characterized by pain in the lower abdomen during menstruation that can last for several hours to days, reducing productivity and quality of life. One non-pharmacological method that can be used to relieve dysmenorrhea pain is consuming turmeric and tamarind. Turmeric and tamarind are believed to have anti-inflammatory and anti-pain properties that help reduce muscle tension and inflammation in the abdominal area, as well as increase comfort during menstruation. This study aims to determine the effectiveness of giving turmeric and tamarind on the intensity of dysmenorrhea pain in adolescents at Al-Ikhwan Integrated Vocational School, Cibeureum District, Tasikmalaya City. The study sample consisted of 18 respondents selected using purposive sampling techniques. Before the intervention, the average pain intensity experienced by respondents was 7.06 (severe pain category), while after the intervention it decreased to 3.78 (moderate pain category). The Paired T-Test was used to analyze the data. The Paired T-Test showed a p value = 0.001, which means there was a significant difference between before and after giving turmeric and tamarind. These results indicate that the administration of turmeric and tamarind is effective in reducing the intensity of dysmenorrhea pain in adolescents. The active compounds in turmeric and tamarind are thought to contribute to decreased inflammation and muscle tension, resulting in reduced pain during menstruation. It is hoped that this study can be a reference for adolescent girls as a natural alternative in overcoming dysmenorrhea. Health workers and educators are also expected to provide education on the use of turmeric and tamarind as a safe and affordable therapy option.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, et al. (2023). Efektivitas pemberian minuman kunyit asam terhadap penurunan skala nyeri haid pada remaja. Jurnal Ilmiah Keperawatan.

Akbar, H., & Saleh, N. (2023). Hubungan paparan asap rokok dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Journal of Health Science.

Amelia, R. (2020). Pengaruh pemberian minuman kunyit asam jawa terhadap penurunan skala nyeri haid (dismenore) primer. (Skripsi).

Antarika, G. Y., & Herawati, T. (2021). Aplikasi teori kenyamanan Katharine Kolcaba dalam asuhan keperawatan. Jurnal Keperawatan Indonesia.

Asroyo, et al. (2019). Manfaat kurkumin dan antosianin dalam menghambat enzim siklooksigenase pada nyeri haid. Jurnal Farmakologi.

Baiti, C. N., et al. (2021). Efektivitas rebusan kunyit asam terhadap penurunan tingkat nyeri dismenore pada remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Fatimawati, et al. (2020). Hubungan dismenore dengan aktivitas belajar remaja di sekolah. Jurnal Pendidikan Kesehatan.

Hermawati, N. & Ayu, G. Y. D. (2018). Pengaruh Pemberian Air Rebusan Kunyit (Curcumin) Asam (Tamarindus Indica) Terhadap Intesitas dismenore (Disminore) Pada Siswi Kelas X Man 2 Padang Tahun 2020. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 1(1), 79–88.

Kamalah, et al. (2023). Karakteristik dismenore primer dan sekunder pada wanita usia produktif. Jurnal Kebidanan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Prevalensi dismenore pada remaja putri di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Manajemen nyeri haid secara non-farmakologis. Jakarta: Kemenkes RI.

Kolcaba, K. (2003). Comfort Theory and Practice: A Vision for Holistic Health Care and Research. Springer Publishing Company.

Mentari, L. W. (2020). Pemberian rebusan kunyit asam hangat terhadap perubahan tingkat dismenore pada siswa kelas VII SMPN 1 Babadan Kabupaten Ponorogo. (Disertasi Doktor, STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun).

Rezkiyanti, A., & Rusli, R. (2022). Efektivitas Minuman Kunyit Asam Sebagai Terapi Dismenore Primer Terhadap Penurunan Skala Nyeri. Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas, 3(2), 59-64.

Romlah, S. N., et al. (2024). Farmakologi bahan alam: Efek analgetik kombinasi kunyit dan asam jawa. Jurnal Farmasi Herbal.

Suryati, S., & Sutarno, M. (2024). Efektivitas kunyit asam sebagai pereda disminore pada remaja di Pangsoran Provinsi Banten. Malahayati Nursing Journal, 6(4), 1657–1665.

Suryati, Y., Yuniarti, S., Hastuti, D., & Handayani, T. (2020). Efektivitas minuman kunyit asam dan minuman jahe dalam menurunkan dismenore pada remaja. PIN-LITAMAS, 2(1), 267–275.

Thania, W. F., Arumsari, I., & Aini, R. N. (2023). Konsumsi makanan cepat saji berhubungan dengan dismenore primer pada remaja di wilayah urban. Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF), 4(1), 37-45.

Trisetiyaningsih, Y., Susanti, D., & Yati, D. (2019). Pendidikan kesehatan tentang menstruasi dan permasalahannya sebagai upaya meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada, 1(2), 77–81.

Uki, E., Nurhaeni, N., & Wanda, D. (2024). Aplikasi Teori Kenyamanan Kolcaba Pada Anak Dengan Gangguan Pernapasan Di Ruang Infeksi: Studi Kasus. Jurnal Ilmiah Kesehatan Pencerah, 13(2), 30-42.

Downloads

Published

2026-01-31