Penerapan Posisi Semi Fowler Pada Tn. O Untuk Menurunkan Frekuensi Nafas  Pada Pasien Tuberkulosis di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya

Penulis

  • Mochammad Wildan Syahbani Prodi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan ,Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Tasikmalaya 46191, Indonesia
  • Ida Rosidawati Prodi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan ,Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Tasikmalaya 46191, Indonesia
  • Zainal Muttaqin Prodi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan ,Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Tasikmalaya 46191, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35568/senal.v2i2.7330

Kata Kunci:

frekuensi nafas, posisi semi fowler, tuberkulosis paru

Abstrak

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia yang menempati peringkat kedua jumlah kasus TB terbanyak di dunia. Salah satu gejala klinis TB paru adalah sesak napas yang dapat mengganggu kebutuhan oksigenasi pasien. Penanganan non-farmakologis seperti terapi posisi semi Fowler dapat menjadi alternatif efektif untuk membantu mengurangi frekuensi napas yang meningkat pada pasien TB. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan mengevaluasi efektifitas posisi semi Fowler dalam menurunkan frekuensi napas pada pasien TB paru di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Desain penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses k. Intervensi keperawatan yang dilakukan adalah terapi manajemen jalan nafas (posisi semi Fowler) dengan implementasi dilakukan selama 30 menit,eperawatan hasil penelitian didapatkan data pasien mengeluh sesak nafas dan batuk dengan sekret yang susah dikeluarkan sehingga diagnosa keperawatannya bersihan jalan nafas tidak efektif yang mengalami sesak napas dengan diagnosis medis TB paru evaluasi terhadap tanda vital, khususnya frekuensi nafas, sebelum dan sesudah intervensi.Hasil setelah dilakukan intervensi posisi semi Fowler selama periode observasi, frekuensi napas pasien menurun dari 31x/menit menjadi 22x/menit, dan saturasi oksigen meningkat dari 85% menjadi 95%. Pasien juga menunjukkan peningkatan kenyamanan dan kemampuan batuk yang lebih efektif. Dapat disimpulkan terapi posisi semi Fowler terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam menurunkan frekuensi napas dan meningkatkan kenyamanan pada pasien TB paru. Intervensi ini dapat menjadi bagian dari asuhan keperawatan komprehensif bagi pasien dengan gangguan pernapasan

Diterbitkan

2025-11-03