Penerapan Mobilisasi Dini Pada Pasien Post Apendictomy Di Ruang Mitra Batik Rsud.dr.Soekardjo Kota Taasikmalaya
DOI:
https://doi.org/10.35568/senal.v2i2.7325Kata Kunci:
Apendictomy, Mobilisasi Dini, NyeriAbstrak
Appendicitis merupakan peradangan pada appendinks vermiformis atau biasa dikenal di masyarakat dengan istilah usus buntu. Tindakan pengobatan terhadap appencitis dapat dilakukan dengan operasi Apendictomy. Apendictomy merupakan pengobatan melalui prosedur tindakan operasi hanya untuk penyakit appendicitis atau penyingkiran / pengangkatan usus buntu yang terinfeksi. Keluhan yang dirasakan pada pasien post apendictomy adalah nyeri. Penatalaksanaan nyeri dapat dilakukan dengan teknik non farmakologis yaitu mobilisasi dini. Mobilisasi dini berperan penting dalam meredakan nyeri dengan memutuskan perhatian pasien dari titik nyeri atau lokasi penghentian dan mengurangi aktivitas mediator kimia dalam proses inflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Mobilisasi Dini Pada pasien Post Apendictomy. Metode dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan Pada pasien Post Op Apendictomy. Hasil penelitian pasien mengeluh nyeri dengan skala 5 (0-10) dengan masalah keperawatan yang diangkat adalah nyeri akut b.d agen pencdera fisik d.d pasien mengeluh nyeri dibagian luka operasi, perencanaan yan dilakukan adalah manajemen nyeri dengan focus intervensi mobilisasi dini selama 2 hari dan implementasi yang dilakukan sesuai SOP, evaluasi yang didapatkan setelah diberikan terapi mobilisasi dini pasien mengalami penurunan skala nyeri menjadi 2 (0-10). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tmobilisasi dini dapat menurunkan skala nyeri pada sdr B dari skla 5 (0-10) menjadi 2 (0-10) dengan hasil rata rata 1. Saran peneliti ini menyarankan agar mobilisasi dini ini bisa diterapkan untuk menajamen nyeri.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 The Author(s)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








