Penerapan Pursed Lips Breathing Terhadap Perubahan Frekuensi Nafas Pada Ny. M Dengan Pneumonia Di Ruang Aster RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya
DOI:
https://doi.org/10.35568/senal.v2i2.7318Kata Kunci:
pneumonia, pursed lips breathing, frekuensi nafas, sesak nafasAbstrak
Pneumonia merupakan peradangan paru akibat infeksi saluran napas bawah yang dapat menyebabkan sesak napas dan batuk berdahak. Salah satu intervensi non-farmakologis untuk mengurangi gangguan pernapasan pada pasien pneumonia adalah teknik pursed lips breathing. Teknik ini dilakukan dengan menghirup udara melalui hidung dan menghembuskannya perlahan melalui mulut yang membentuk huruf “O”, sehingga dapat memperpanjang fase ekspirasi dan meningkatkan ventilasi paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan PLB terhadap perubahan frekuensi nafas pada Ny. M yang didiagnosis pneumonia di Ruang Aster RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dengan metode studi kasus menggunakan pendekatan proses keperawatan. Hasil pengkajian didapatkan frekuensi pernafasan pasien 27x/menit pasien tampak sesak dan adanya penggunaan otot bantu nafas. Sehingga masalah yang muncul adalah pola nafas tidak efektif. Intervensi yang dilakukan yaitu pursed lips breathing selama 3 hari berturut-turut sebanyak 2x/hari dengan durasi 10 menit setiap sesi. Setelah dilakukan intervensi selama tiga hari, didapatkan hasil: frekuensi nafas menjadi 22x/menit. Pasien juga menunjukkan tanda-tanda klinis perbaikan, seperti tidak adanya penggunaan otot bantu napas, sesak berkurang dan penurunan frekuensi nafas serta peningkatan saturasi oksigen. Pursed lips breathing terbukti dapat mengatasi pola nafas tidak efektif pada pasien dengan pneumonia. Diharapkan PLB dapat diterapkan secara luas dalam praktik klinis sebagai terapi komplementer yang mudah, murah, dan tidak menimbulkan efek samping.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 The Author(s)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








