Penerapan Kompres Hangat Pada Anak Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Anak. M dengan Dengue Hemoragic Fever di Ruang Melati 5 RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya

Penulis

  • Aditya Nugraha Prodi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan ,Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Tasikmalaya 46191, Indonesia
  • Asep Setiawan Prodi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan ,Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Tasikmalaya 46191, Indonesia
  • Ubad Badrudin Prodi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan ,Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Tasikmalaya 46191, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35568/senal.v2i2.7308

Kata Kunci:

DHF, kompres hangat, Suhu Tubuh

Abstrak

Dengue haemoragic fever (DHF) adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti dimana seseorang mengalami gejala demam tinggi disertai gejala nyeri otot dan sendi. Masalah utama yang perlu ditangani pada penderita DHF adalah demam. Terapi kompres hangat merupakan salah satu intervensi yang digunakan untuk mengurangi demam tersebut. Tujuan karya tulis ini adalah mampu melaksanakan proses keperawatan pada An.M Usia 8 Tahun dengan DHF, mampu menerapkan kompres hangat untuk menurunkan suhu tubuh dan mampu menganalisis kompres hangat untuk menurunkan suhu tubuh pasien dengan DHF . Karya tulis ini menggunakan metode pendekatan studi kasus. Subyek dalam penelitian ini adalah satu pasien DHF di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Hasil pengkajian ibu pasien mengatakan anaknya panas, kulit teraba hangat dan tampak kemerahan. Pasien mengeluh mual, tidak ingin makan, mulutnya pahit, diagnosa keperawatan yang diangkat pada kasus adalah hipertermia berhubungan dengan reaksi antigen antibodi terhadap virus dengue, Intervensi Utama manajemen hipertemia dengan menggunakan kompres hangat, implementasi pemberian kompres hangat selama 3 hari dengan frekuensi 2x sehari yaitu pada pagi dan sore hari, dilakukan dengan durasi 10-15 menit pada area leher, ketiak (axila) dan lipatan paha, evaluasi hasil tindakan didapatkan hasil bahwa hipertermia teratasi ditandai dengan suhu tubuh membaik, suhu tubuh awal 39,6 setelah dilakukan kompres hangat selama 3 hari suhu tubuh An.M menjadi 37,3 °C, suhu kulit membaik , warna kulit membaik, pucat menurun dan anak mampu beraktivitas seperti biasa. Simpulan: peneliti mampu melaksanakan proses keperawatan, menerapkan kompres hangat dan menganalisis kompres hangat pada An.M dengan baik ditandai dengan suhu tubuh anak dalam batas normal. Saran : diharapkan terapi kompres hangat ini dapat diterapkan oleh orang tua dirumah sebagai salah satu penanganan pertama apabila anaknya mengalami demam dan diharapkan orang tua memahami pentingnya memantau suhu tubuh anak secara berkala.

Diterbitkan

2025-10-30