Frekuensi Mengkonsumsi Fast food Dihubungkan Dengan Dismenore Pada siswi Di SMAN 1 Kawali Kabupaten Ciamis
DOI:
https://doi.org/10.35568/jm4pg879Kata Kunci:
Dismenore, Fast Food, Remaja PutriAbstrak
Dismenore atau nyeri haid adalah salah satu keluhan yang sering dialami remaja putri yang terjadi sebelum dan saat menstruasi. Faktor-faktor yang menyebabkan dismenore meliputi usia menarche, pola makan yang buruk seperti konsumsi fast food tinggi lemak dan rendah serat, kurangnya aktivitas fisik, serta stres dan faktor psikologis. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara frekuensi mengkonsumsi fast food dengan dismenore pada siswi di SMAN 1 Kawali. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populbasi seluruh siswi sebanyak 504 orang dengan ukuran sampel berdasarkan proportionate stratified random sampling sebanyak 84 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner Frequency Questionnaire (FFQ) dan dismenore menggunakan WaILLD score. Analisis data menggunakan persentase dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 84 responden sebanyak 54 orang (64,3%) memiliki frekuensi mengkonsumsi fast food dalam kategori sering, dan 30 orang (35,7%) dalam kategori jarang. Dismenore berjumlah 55 orang (65,5%) sedangkan yang tidak mengalami dismenore sebanyak 29 orang (34,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p value = 0,003 dan OR sebesar 0,218. Kesimpulan terdapat hubungan antara frekuensi mengkonsumsi fast food dengan dismenore. Disarankan bagi remaja putri untuk lebih memperhatikan pola makan dengan mengurangi konsumsi fast food dan meningkatkan asupan makanan bergizi seimbang guna mencegah atau mengurangi dismenore.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 The Author(s)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








