Hubungan Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Dengan Kualitas Hidup Pada Lansia Di Panti Werdha Welas Asih Kabupaten Tasikmalaya
DOI:
https://doi.org/10.35568/senal.v2i1.5299Kata Kunci:
hubungan , spiritual, kualitas hidupAbstrak
ABSTRAK
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Panti Werdha Welas Asih Kabupaten Tasikmalaya, tanggal 29 Desember 2023 hasil wawancara dengan 10 lansia, 5 dari 10 lansia terlihat kurang baik dalam pemenuhan kebutuhan spiritualnya seperti malas beribadah, tidak bisa merasakan kedamaian batin dan kurang bersyukur. Sedangkan 5 lansia lainnya terlihat malas dalam menjalani kehidupannya dan cemas sehingga kurang dalam pemenuhan kualitas hidup lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pemenuhan kebutuhan spiritual dengan kualitas hidup pada lansia di Panti Werdha Welas Asih Kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan metode korelasi yang bersifat deskriptif dengan metode pengambilan data melalui rancangan Cross Sectional. Populasi adalah seluruh lansia yang ada di Panti Werdha Welas Asih Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 34 responden. Instrument yang digunakan yaitu lembar kuesioner dan Analisa data menggunakan analisa univariat untuk mendeskripsikan hubungan antara pemenuhan kebutuhan spirirtual dengan kualitas hidup pada lansia. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square didapatkan p value = 0, 000 dimana nilai ini lebih kecil dari nilai α (0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pemenuhan kebutuhan spiritual dengan kualitas hidup pada lansia di Panti Werdha Welas Asih Kabupaten Tasikmalaya. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil kebutuhan spiritual yang ada di Panti Werdha Welas Asih Kabupaten Tasikmalaya terbagi menjadi 3 tingkatan yaitu rendah, sedang dan tinggi, responden dengan kebutuhan spiritual rendah 12 responden (35,3%), sedang 12 responden (35,3%) dan tinggi 10 responden (29,4%) dan untuk kategori kualitas hidup sebanyak 19 responden (55,9%) dengan kualitas hidup sedang dan kurang 15 responden (44,1%). Kesimpulan 10 responden dengan spiritual baik dan 19 responden dengan kualitas hidup sedang. Saran hendaknya meningkatkan kualitas spiritual pada lansia hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi spiritual pada lansia maka akan semakin baik kualitas hidupnya. Begitupun sebaliknya apabila spiritualnya kurang maka kualitas hidupnya akan rendah.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 The Author(s)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








