Pengaruh Terapi Kompres Jahe Merah Terhadap Nyeri Pada Penderita Rheumatoid Arthritis Di UPTD Puskesmas Karanganyar

Penulis

  • Sri Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Aida Sri Rahmawati Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Bayu Brahmantia Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Zainal Muttaqin Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

DOI:

https://doi.org/10.35568/senal.v1i3.5224

Kata Kunci:

Kompres Jahe, Rheumatoid Arthritis, Nyeri

Abstrak

Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan suatu penyakit autoimun, berupa peradangan yang menyerang persendian tangan dengan gejala pembengkakan dan nyeri sehingga menimbulkan gangguan aktifitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres jahe terhadap penurunan nyeri pada pasien rheumatoid arthritis di wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimental dengan rancangan penelitian pretest post test design. Pengambilan sampel secara Total Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden. Penurunan nyeri di ukur dengan menggunakan NRS (Numeric Rating Scale), analisa data menggunakan uji T berpasangan. Pemberian kompres jahe merah dilakukan selama 7 hari diberikan pada pagi hari sebanyak 20 gr jahe merah.  Hasil penelitian menunjukan terdapat penurunan nyeri dengan nilai mean sebelum diberikan terapi kompres jahe merah adalah 3,14 dan nilai mean sesudah diberkan kompres jahe merah adalah 2,17 dan nilai p-value 0,000   artinya terdapat pengaruh pemberian kompres jahe terhadap skala nyeri pada penderita rheumatoid arthritis di wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Tasikmalaya. Dapat disimpulkan bahwa kelompok kasus rheumatoid arthritis yang dilakukabn terapi kompres jahe merah mengalami penurunan nyeri. Hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh kompres jahe merah terhadap penurunan skala nyeri pada pasien rheumatoid arthritis di UPTD Pusksmas Karanganyar Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak puskesmas untuk memanfaatkan jahe merah sebagai terapi non-farmakologi khususnya pada penderita rheumatoid arthritis.

Diterbitkan

2025-01-28