Hubungan Lama Menjalani Hemodialisa Dengan Kualitas Hidup Pasien CKD Di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya
DOI:
https://doi.org/10.35568/senal.v2i1.5221Kata Kunci:
CKD, Hemodialisa, Kualitas HidupAbstrak
Chronic Kidney Disease (CKD) adalah penyakit penurunan fungsi ginjal yang progresif dan irreversible. Hemodialisa merupakan salah satu pilihan terapi pengganti ginjal yang harus dijalani secara rutin oleh pasien CKD selama hidupnya, dimana pasien CKD bisa menurunkan kualitas hidup dengan berbagai aspek kehidupan seperti fisiologis, psikologis, sosial dan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama menjalani hemodialisa dengan kualitas hidup pasien CKD di ruang hemodialisa RSUD dr. Soekardjo kota Tasikmalaya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif design korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini semua pasien CKD di RSUD. dr Soekardjo Kota Tasikmalaya sebanyak 132 orang pada tahun 2024, dengan sampel 30 responden menggunakan accidental sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner WHOQOL-BREEF. Analisa data menggunakan analisa univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (uji chis quare). Pasien CKD selama menjalani terapi hemodialisa banyak keluhan terutama pada keluhan fisik yaitu sering merasakan seluruh anggota badannya sakit, sakit kepala, edema dan aspek aspek yang lainnya. Hasil penelitian menunjukan sebagian pasien CKD yang menjalani hemodialisa > 12 bulan sebanyak 20 orang (66.7%), sebagian besar pasien CKD memiliki kualitas hidup yang buruk sebanyak 19 orang (63.3%). Hasil uji statistik didapatkan nilai p value sebesar = 0,15 dengan derajat signifikan α=<0,05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara lamanya menjalani hemodialisa dengan kualitas hidup pasien CKD di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Disarankan bagi penderita CKD agar tetap menjalani terapi hemodialisa secara teratur supaya bisa meningkatkan kualitas hidup yang baik.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 The Author(s)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








