Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self-Care pada Pasien Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tamansari Kota Tasikmalaya
DOI:
https://doi.org/10.35568/senal.v1i3.5204Kata Kunci:
Dukungan Keluarga, Self-Care, Tuberkulosis ParuAbstrak
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang paling sering menyerang organ paru-paru. Memerlukan waktu yang cukup lama untuk menjalani pengobatan, rentan terhadap kegagalan dalam masa pengobatan. Upaya keberhasilan menjalani pengobatan yaitu memerlukan adanya dukungan dari keluarga serta perawatan diri (self-care). Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keluarga dengan self-care pada pasien Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tamansari. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode analitik korelasional pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita TB yang sedang menjalani pengobatan sebanyak 55 orang di Puskesmas Tamansari. Teknik sampling menggunakan teknik non probability yaitu total sampling besar sampel ditentukan dari besar populasi yaitu 55 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil : menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan self-care dengan p value 0,005. Artinya terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan self-care pada pasien Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tamansari Kota Tasikmalaya. Kesimpulan : Bahwa pasien TB yang memiliki dukungan keluarga positif akan memiliki self-care yang baik. Saran : Diharapkan tenaga kesehatan mampu memberikan motivasi kepada keluarga untuk memberi dukungan serta motivasi kepada pasien agar terciptanya self-care yang baik serta kesehatan yang optimal.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 The Author(s)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








