Hubungan antara Pola Makan dengan Kejadian Stunting pada Batita Usia 6-36 Bulan di Kelurahan Karsamenak Wilayah Kerja Puskesmas Kawalu Kota Tasikmalaya
DOI:
https://doi.org/10.35568/senal.v2i1.5201Kata Kunci:
Batita, Pola Makan, StuntingAbstrak
Stunting adalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama. Stunting memiliki dampak yaitu batita mudah sakit dan memiliki postur tubuh tidak maksimal saat dewasa. Berbagai faktor stunting diantaranya adalah faktor seperti faktor prenatal, intranatal dan pascanatal dan salah satu faktor pascanatal adalah pola makan batita. Data stunting Puskesmas Kawalu Kota Tasikmalaya tahun 2022 sebanyak 1.396 kasus, di Kelurahan Karsamenak Wilayah Kerja Puskesmas Kawalu periode Februari 2024 terdapat 146 batita dengan usia 6-36 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian Stunting pada batita usia 6-36 bulan di Kelurahan Karsamenak Wilayah Kerja Puskesmas Kawalu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 60 orang diperoleh dengan teknik proportional random sampling. Proses pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan distribusi frekuensi dan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pola makan dengan kejadian stunting pada batita usia 6-36 bulan didapatkan p value 0,017. Disimpulkanan bahwa terdapat Hubungan pola makan dengan kejadian Stunting pada batita usia 6-36 bulan di Kelurahan Karsamenak Wilayah Kerja Puskesmas Kawalu Kota Tasikmalaya. Oleh karena itu, pihak Puskesmas Kawalu Kota Tasikmalaya disarankan untuk meningkatkan status gizi batita dengan cara mengupayakan pola makan seimbang yang sesuai dengan anjuran pola makan sehat sehingga asupan gizinya terpenuhi baik dalam jumlah maupun mutunya.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 The Author(s)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








