Penerapan Mobilisasi Dini Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Ibu Post Sectio Caesarea di Ruang Melati 2A RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya
DOI:
https://doi.org/10.35568/senal.v2i2.7341Kata Kunci:
Mobilisasi Dini, Nyeri, Post Operasi Sectio CaesareaAbstrak
Sectio Caesarea (SC) adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. Dampak dari SC dapat menimbulkan nyeri. Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual ataupun potensial. Salah satu teknik nonfamakologi untuk mengurangi nyeri yaitu mobilisasi dini. Tujuan untuk melakukan asuhan keperawatan pada Ny.S dengan penerapan Mobilisasi Dini untuk mengatasi nyeri dan menganalisa penerapannya. Hasil didapatkan saat melakukan asuhan keperawatan mulai dari tahap pengkajian, pasien mengeluh nyeri pada luka post operasi sectio caesarea, sehingga diagnosa keperawatan yang muncul nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik, gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri, dan resiko infeksi ditandai dengan efek prosedur invasif. Rencana tindakan untuk manajemen nyeri dan dukungan mobilisasi dengan fokus mobilisasi dini dan ROM. Sedangkan untuk resiko imfeksi yaitu dengan dilakukan pencegahan infeksi. Implementasi mobilisasi dini selama 4 hari sekali dalam waktu 15 menit. Evaluasi keperawatan adanya penurunan intensitas nyeri yang diukur dengan NRS sebelum dilakukan intervensi didapatkan skala 6 (0-10) dan setelah dilakukan intervensi menjadi 2 (0-10). Kesimpulan Mobilisasi dini dapat menurunkan intensitas nyeri pada pasien post sectio caesarea. Saran diharapkan dapat menerapkan mobilisasi dini sebagai salah satu penanganan nyeri pada ibu post sectio caesarea melalui asuhan keperawatan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 The Author(s)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








