Penerapan Batuk Efektif Terhadap Pengeluaran Sputum Di Ruang AsterRsud Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya
DOI:
https://doi.org/10.35568/senal.v2i2.7312Keywords:
Tuberkulosis paru, sputum, batuk efektif, keperawatanAbstract
Tuberkulosis paru masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan angka kasus tinggi terutama di Jawa Barat. Salah satu gejala dominan adalah batuk produktif dengan penumpukan sputum, yang bila tidak tertangani dapat mengganggu bersihan jalan napas. Teknik batuk efektif merupakan intervensi keperawatan mandiri yang bertujuan mengoptimalkan pengeluaran sekret sehingga memperbaiki fungsi pernapasan. Penelitian ini bertujuan menerapkan dan menganalisis pengaruh batuk efektif terhadap pengeluaran sputum pada pasien tuberkulosis paru di Ruang Aster RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada pasien Tb paru hari ke-3. Intervensi dilakukan sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO) batuk efektif, dilaksanakan 3 kali sehari selama 3 hari. Data dikumpulkan melalui observasi jumlah dan karakteristik sputum sebelum dan sesudah intervensi, serta evaluasi subjektif kenyamanan pasien. Hasil menunjukkan peningkatan volume pengeluaran sputum setelah dilakukan teknik batuk efektif, dari kategori sedikit menjadi sedang hingga banyak. Pasien melaporkan penurunan sesak napas, berkurangnya kelelahan, serta perasaan lega setelah batuk. Hal ini mengindikasikan bahwa batuk efektif mampu membantu mobilisasi sekret, mencegah obstruksi jalan napas, dan meningkatkan oksigenasi. Penerapan batuk efektif pada pasien tuberkulosis paru efektif meningkatkan pengeluaran sputum dan kenyamanan pernapasan. Disarankan teknik ini diajarkan secara rutin kepada pasien sebagai bagian dari asuhan keperawatan untuk mendukung keberhasilan terapi.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 The Author(s)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








