Hubungan Aktivitas Fisik dengan Dismenore pada Remaja di Madrasah Aliyah Argayasa Ciamis
DOI:
https://doi.org/10.35568/7wam5433Kata Kunci:
Aktivitas Fisik, Dismenore, RemajaAbstrak
Dismenore adalah rasa nyeri di perut bagian bawah yang sering dialami oleh remaja saat menstruasi. Lebih dari setengah wanita di dunia mengalami kondisi ini, yang dapat mengganggu aktivitas serta konsentrasi belajar. Salah satu faktor risiko dismenore adalah kurangnya aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan dismenore pada remaja di Madrasah Aliyah Argayasa Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 36 siswi kelas X, XI, dan XII, yang dipilih melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui distribusi frekuensi serta uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 2 responden dengan aktivitas fisik rendah, seluruhnya mengalami dismenore. Dari 27 responden dengan aktivitas fisik sedang, 20 mengalami dismenore dan 7 tidak mengalaminya. Sedangkan dari 7 responden dengan aktivitas fisik tinggi, 6 mengalami dismenore dan 1 tidak mengalaminya. Uji statistik menghasilkan p-value sebesar 1,000 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan dismenore pada remaja di sekolah tersebut. Disarankan agar penelitian selanjutnya meneliti faktor risiko lain yang berpengaruh terhadap dismenore, seperti pola konsumsi fast food.
Kata Kunci: Aktivitas Fisik; Dismenore; Remaja
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 The Author(s)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








