Hubungan Frekuensi Konsumsi Fast Food dengan Kejadian Dismenorea pada Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
DOI:
https://doi.org/10.35568/senal.v1i3.5183Keywords:
Dismenorea, Fast Food, MahasiswiAbstract
Dismenorea adalah rasa sakit atau nyeri pada bagian bawah perut yang biasanya muncul sebelum menstruasi dimulai, selama menstruasi berlangsung, dan dapat berlanjut sampai akhir menstruasi. Dismenorea seringkali menyebabkan ketidaknyamanan, bahkan dapat mengganggu aktivitas normal seseorang. Banyak wanita yang mengalami dismenorea harus absen dari sekolah atau pekerjaan selama satu atau dua hari. Banyak faktor yang menyebabkan dismenorea. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan frekuensi konsumsi fast food dengan kejadian dismenorea pada mahasiswi Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh mahasiswi Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya sebanyak 993 orang dengan teknik Accidental Sampling selama 6 hari sebanyak 91 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Food Frequency Quetionarie (FFQ) dan Menstrual Symptom Questionnaire (MSQ). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil didapatkan bahwa responden yang pernah mengalami dismenorea dan sering mengkonsumsi fast food sebanyak 82 responden (90,1%) dan responden yang tidak pernah mengalami dismenorea dan jarang mengkonsumsi fast food sebanyak 9 responden (9,9%). Hasil uji Chi Square menunjukan nilai p sebesar 0,000 artinya terdapat hubungan antara konsumsi fast food dengan kejadian dismenorea pada mahasiswi Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Disarankan bagi mahasiswi agar lebih meningkatkan kesadaran terhadap perlunya mengkonsumsi makanan sehat dan mengurangi konsumsi fast food yang dianggap tidak baik untuk kesehatan yang salah satu dampak nya akan menimbulkan dismenorea.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 The Author(s)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








