Penggunaan Metode Bercerita Dalam Kisah Nabi Muhammad di Pengembangan Nilai Keagamaan Pada Anak Usia Dini Usia 4-6 Tahun di TK Rausan Fikri Kabupaten Bekasi

Penulis

  • Rahmah Ayuningtyas.S.Psi Universitas Panca Sakti Bekasi
  • Qurota A'yun, S.Pd Universitas Panca Sakti Bekasi
  • Imamah Universitas Panca Sakti Bekasi

DOI:

https://doi.org/10.35568/earlychildhood.v9i1.6550

Kata Kunci:

metode bercerita, kisah nabi muhammad, karakter religius, pendidikan anak usia dini

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan metode bercerita tentang kisah Nabi Muhammad SAW dalam pembelajaran pendidikan agama Islam pada anak usia dini di TK Rausan Fikri Kabupaten Bekasi, serta mengeksplorasi karakter religius yang ditanamkan, efektivitas metode, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita dengan pendekatan berseri dan penggunaan media visual mampu menarik perhatian anak, meningkatkan pemahaman konsep nilai keagamaan, serta menumbuhkan karakter religius seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, tawakal, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Anak-anak menunjukkan perubahan perilaku yang positif, antusiasme tinggi terhadap kegiatan bercerita, serta kemampuan dalam mengingat dan mengaitkan cerita dengan kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, proses internalisasi nilai masih perlu diperkuat secara berkelanjutan karena minat anak usia dini mudah teralihkan. Faktor internal anak dan keterampilan guru, serta dukungan dari orang tua, berpengaruh signifikan terhadap efektivitas metode ini. Simpulan penelitian ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua dalam memperkuat penanaman karakter religius melalui metode bercerita yang menyenangkan dan kontekstual.

Diterbitkan

2025-05-27