Strengthening Tolerance and Social Integration in Susuru Hamlet, Kertajaya Village (Preserving Harmony in Diversity)

Authors

  • Amelia Febriana Putri Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam, Tasikmalaya, Indonesia
  • Rezza Fauzi Muhammad Fahmi Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam, Tasikmalaya, Indonesia
  • Nushrotun Nida Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam, Tasikmalaya, Indonesia
  • Ala Zulfa Manfaz Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam, Tasikmalaya, Indonesia
  • Amelia Citra Agustin Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam, Tasikmalaya, Indonesia
  • Disty Isfaturrahmah Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam, Tasikmalaya, Indonesia
  • Fauzah Nur Adima Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam, Tasikmalaya, Indonesia
  • Rahil Syamsi Nur Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam, Tasikmalaya, Indonesia
  • Siti Rahmawati Sudrajat Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam, Tasikmalaya, Indonesia
  • Wardah Mutia Rahmah Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam, Tasikmalaya, Indonesia
  • Eka Apriliani Institut Teknologi dan Bisnis Riyadlul Ulum, Tasikmalaya, Indonesia
  • Nina Widayanti Institut Teknologi dan Bisnis Riyadlul Ulum, Tasikmalaya, Indonesia
  • Julia Tri Lestari Institut Teknologi dan Bisnis Riyadlul Ulum, Tasikmalaya, Indonesia
  • Naila Najma Aliyah Institut Teknologi dan Bisnis Riyadlul Ulum, Tasikmalaya, Indonesia
  • Rindu Maitsa Azumi Welcom Institut Teknologi dan Bisnis Riyadlul Ulum, Tasikmalaya, Indonesia
  • Tina Septiani Institut Teknologi dan Bisnis Riyadlul Ulum, Tasikmalaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35568/abdimas.v8i3.6584

Keywords:

Religious Moderation, Local Wisdom, Social Cohesion, Participatory Action Research (PAR), Community-Based Tolerance

Abstract

Susuru Hamlet in Kertajaya Village is a multireligious community comprising Muslims, Catholics, Protestants, and adherents of Sunda Wiwitan. This religious plurality calls for the contextual strengthening of tolerance and social integration based on community participation. This study aims to describe and analyze the implementation of interfaith collaboration programs using the Participatory Action Research (PAR) approach. The method was conducted in three stages: problem identification, collaborative program implementation, and participatory reflection and evaluation. Two main programs were carried out: a joint interfaith clean-up at the public cemetery (TPU) and economic skills training for PKK (Family Welfare Empowerment) members from different religious backgrounds. The findings reveal that these activities increased community members’ capacity to engage in inclusive interactions, fostered mutual understanding, and strengthened social cohesion. Local values such as gotong royong (mutual cooperation), silih asih (compassion), and tumarima (acceptance) emerged as key drivers of harmony. These values facilitated interfaith solidarity without undermining individual beliefs. The study concludes that participatory and local wisdom-based approaches are effective in fostering grassroots tolerance and can serve as a replicable model for other diverse communities. The implications suggest the need for policy frameworks that support bottom-up peacebuilding and the institutional strengthening of community initiatives in multifaith settings.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Qutuby, S., Kholiludin, T., & Salam, A. (2020). E-book-agama Dan Budaya Nusantara Pasca Islamisasi-2020. Vbook Publisher.

Amin, E. (2017). Dakwah Komunitarian Ummatic Transnasional: Studi Konsepsi Dakwah Said Nursi dan Penerapannya di Indonesia.

Anirwan, A., & others. (2022). Implementasi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan di Kota Makassar= The Implementation of Poverty Reduction Policy in Makassar City. Universitas Hasanuddin.

Basiroen, V. J., Judijanto, L., Monalisa, M., Apriyanto, A., Simanullang, R. H., Sa’dianoor, S., & Tambunan, D. M. (2025). Pengantar Penelitian Mixed Methods. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Betu, S. (2023). Pata dela: Identitas Budaya Dalam Mendukung Toleransi Dan Kerukunan Antar Umat Beragama. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan. Https://Www. Academia. Edu/Download/110823239/824. Pdf.

Dayat. (2025). Wawancara dengan Pa Dayat tentang Program Toleransi di Dusun Susuru.

Effendi, T. N. (2013). Budaya gotong-royong masyarakat dalam perubahan sosial saat ini. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 2(1).

Fadel, M. (2024). Agama Dan Perubahan Sosial Menurut Pandangan Emile Durkheim. Universitas Islam Negeri Datokarama Palu.

Gibbs, J. P. (2003). A formal restatement of Durkheim’s Division of Labor theory. Sociological Theory, 21(2), 103–127.

H Hermanto Suaib, M. M. (2017). Suku Moi: nilai-nilai kearifan lokal dan modal sosial dalam pemberdayaan masyarakat. An1mage.

Hadi, M. M. (2022). Modal Sosial Dalam Merawat Kerukunan Masyarakat Multikultur (Studi Kerukunan Umat Beragama di Desa Pabuaran Kec. Gunung Sindur Kab. Bogor). Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas~.

Haryono, E., Al Murtaqi, M. R., Izzah, A. N. L., Septian, D., & Sariman, S. (2024). Metode-Metode Pelaksanaan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) Untuk Perguruan Tinggi. Al Fattah Ejournal Sma Al Muhammad Cepu, 5(02), 1–21.

Ipah. (2025). Wawancara dengan Bu Ipah tentang Program Toleransi di Dusun Susuru.

Ismayanti, I. (2025). Wawancara dengan Bu Iis Ismayanti tentang program PKK.

Kemmis, S., & McTaggart, R. (2007). Communicative action and the public sphere. Strategies of Qualitative Inquiry, 3, 271–330.

Kertajaya, P. D. (2023). Profil Desa Kertajaya 2023.

Melati, M., & Hamdanah, H. (2024). Multikulturalisme: Memahami Keanekaragaman Dalam Masyarakat Global Dalam Perspektif Islam. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(3), 1504–1515.

Minhaji, M., Dlaifi, I., & Maktumah, L. (2020). Multiculturalisme education dalam penguatan paham moderasi di pondok pesantren. LISAN AL-HAL: Jurnal Pengembangan Pemikiran Dan Kebudayaan, 14(2), 279–294.

Mu’adib, I. (2018). Pendidikan Berwawasan Multikultural sebagai Upaya Kontra Radikalisme (Studi di Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman Parung-Bogor). Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Mustofa, M. B., Isnaeni, A., Iryana, W., & Najah, Z. (2024). Strategi Kolaboratif dalam Implementasi Program Moderasi Beragama Bagi Napi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung: Pendekatan Participatory Action Research. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 9(1), 244–256.

Nugroho, O. H. P. (2014). Meretas Damai Di Tengah Keberagaman: Mengembangkan Pendidikan Kristiani Untuk Perdamaian Dalam Perspektif Multikulturalisme. Gema Teologi, 38(2).

Ratts, M. J., & Pedersen, P. B. (2014). Counseling for multiculturalism and social justice: Integration, theory, and application. John Wiley & Sons.

Renie, E. (2020). Partisipasi Perempuan Dalam Ekonomi Inklusif. AGENDA: Jurnal Analisis Gender Dan Agama, 2(1), 10–17.

Rina. (2025). Wawancara dengan Bu Rina tentang Program Toleransi di Dusun Susuru.

Risna, R. (2024). Akomodasi komunikasi Masayarakat Multikultural dalam menjaga toleransi antar umat beragama di Desa Lembang Meskada Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang. IAIN Parepare.

Setiawan, A., Budiyanti, N., Nufus, J., Salsabila, M., Thariqsa, R., & Indonesia, U. P. (2023). Jurnal Civicus Tolerance in Creating Healthy Politics From an Islamic Perspective. 23(2), 47–54.

Sihwanti, N. (2019). Integrasi Sosial Pada Etnis Jawa-Tionghoa di Kelurahan Sudiroprajan.

Solihat, A. (2012). The Cultural Broker, and Alms: The Key Concepts to Understanding Turkish Schools in Indonesia. The Prosiding The 4th International Conference on Indonesian Studies:" Unity, Diversity, and Future," Www. Icssis. Wordpress. Com/2012/05/09102012-06.

Subakir, H. A., & Dodi, L. (2020). Rule Model Kerukunan Umat Beragama di Indonesia: Gambaran Ideal Kerukunan Umat Muslim-Tionghoa di Pusat Kota Kediri Perspektif Trilogi Kerukunan dan Peacebuilding. CV Cendekia Press.

Zalukhu, A. (2025). Strategi Integratif Teologi Sosial, Perdamaian, dan Kearifan Lokal dalam Membangun Harmoni Sosial di Indonesia. CHARISTHEO: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 4(2), 175–193.

Zamroni, A. D. K., Zakiah, L., Amelia, C. R., Shaliha, H. A., & Jaya, I. (2024). Analisis Pengaruh Implementasi Pendidikan Multikultural Terhadap Sikap Toleransi Keberagaman Siswa Sekolah Dasar Inklusi. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9, 1112–1119. https://doi.org/10.29303/jipp.v9i2.2247

Zulaicha, S. (2000). Studi Teoritis Tentang Integrasi dan Solidaritas Sosial Menurut Durkheim dan Tindakan Sosial Menurut Weber. IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Zunaidi, A. (2024). Metodologi Pengabdian Kepada Masyarakat Pendekatan Praktis untuk Memberdayakan Komunitas. Yayasan Putra Adi Dharma.

Downloads

Published

2025-07-31

How to Cite

Strengthening Tolerance and Social Integration in Susuru Hamlet, Kertajaya Village (Preserving Harmony in Diversity). (2025). ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(3), 1501-1512. https://doi.org/10.35568/abdimas.v8i3.6584