Seminar Ayah Teladan sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Stunting di Kelurahan Karsamenak Kota Tasikmalaya
Abstract
Abstrak
Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Upaya pencegahan sering kali lebih menitikberatkan pada peran ibu, padahal keterlibatan ayah juga memiliki peran penting dalam keberhasilan pengasuhan dan pemenuhan gizi anak. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Seminar Ayah Teladan yang diselenggarakan oleh Kelompok 1 Karsamenak A, KKN-T Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap peningkatan pengetahuan peserta mengenai pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan pada 3 dan 6 Agustus 2025 di Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, dengan melibatkan 47 peserta ayah/calon ayah berusia 30–50 tahun. Seminar interaktif berdurasi 90–120 menit mencakup pre-test, pemaparan materi kesehatan dan konseling keluarga, diskusi, post-test, serta penandatanganan komitmen. Analisis pre-test dan post-test menggunakan uji t berpasangan menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 18,98 menjadi 20,75 (selisih 1,77 poin) dengan nilai p = 0,00035. Selain peningkatan pengetahuan, peserta juga menunjukkan komitmen nyata dengan menandatangani form kesanggupan dan membuat video deklarasi kesiapan menjadi Ayah Teladan. Hasil ini menegaskan bahwa Seminar Ayah Teladan efektif meningkatkan pengetahuan sekaligus menumbuhkan kesadaran peran ayah dalam pencegahan stunting. Program ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai strategi penguatan keluarga dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia.
Kata Kunci : Stunting, Ayah Teladan, Peran Ayah, Pengabdian Masyarakat
Abstract
Stunting is a major public health issue in Indonesia that has significant long-term impacts on children’s cognitive development, productivity, and overall human resource quality. Preventive programs have often emphasized the role of mothers, whereas fathers’ involvement is equally crucial in ensuring adequate nutrition and effective caregiving. This article describes the implementation of the Father Role Model Seminar (Seminar Ayah Teladan) conducted by Group 1 Karsamenak A, KKN-T Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, and evaluates its impact on participants’ knowledge of stunting prevention. The activity was held on August 3 and 6, 2025, in Karsamenak Village, Tasikmalaya City, involving 47 fathers or prospective fathers aged 30–50 years. The interactive seminar, lasting 90–120 minutes, included a pre-test, presentation of health and family counseling materials, group discussions, a post-test, and the signing of a commitment form. Paired t-test analysis showed a significant increase in average knowledge scores, from 18.98 (pre-test) to 20.75 (post-test), with a mean difference of 1.77 points (p = 0.00035). Beyond knowledge improvement, participants expressed concrete commitment by signing written pledges and recording video declarations of their readiness to become role-model fathers. These findings highlight the effectiveness of the Father Role Model Seminar in enhancing knowledge and raising fathers’ awareness of their role in stunting prevention. The program may be replicated in other communities as a family-based strategy to support Indonesia’s national stunting reduction efforts.
Keywords : Stunting, Father Role Model, Father Involvement, Community Engagement




