Nilai Kepedulian Sosial Dalam Nganteuran di Desa Galihpakuwon Kabupaten Garut

Authors

  • Rudi Akmal Universitas Garut Author
  • Mamat Supriyatna Universitas Pendidikan Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.35568/naturalistic.v10i2.5897

Keywords:

Nganteuran; Nganteuran, Pendidikan Karakter, Pelestarian Budaya

Abstract

Tradisi nganteuran di Desa Galihpakuwon, Kabupaten Garut, merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Sunda yang sarat akan nilai sosial, budaya, dan spiritual. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya pelestarian tradisi nganteuran di tengah tantangan modernisasi dan individualisme, sekaligus potensinya sebagai media untuk menanamkan pendidikan karakter pada siswa di tingkat pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai utama dalam tradisi nganteuran serta mengidentifikasi cara tradisi ini dapat diintegrasikan dalam pembelajaran untuk membentuk karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan, Adapun Teknik pengambilan data menggunakan teknik observasi dan wawancara mendalam dengan tokoh adat, pelaku budaya, dan menelaah video dokumenter nganteuran. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengungkap aspek-aspek kearifan, filosofis, sosial, dan pendidikan dari tradisi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi nganteuran mengandung nilai-nilai empati, gotong royong, penghormatan, dan solidaritas, yang relevan untuk diterapkan dalam pendidikan dasar. Tradisi ini dapat diintegrasikan melalui metode pembelajaran berbasis proyek, simulasi tradisi, dan berbagi program sosial di sekolah. Selain itu, meskipun mengalami adaptasi modern, tradisi nganteuran tetap mempertahankan esensinya sebagai sarana untuk mempererat hubungan sosial dan melestarikan budaya lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa nganteuran adalah praktik budaya yang dapat berkontribusi signifikan dalam membentuk generasi muda yang peduli, bertanggung jawab, dan menghargai identitas budaya mereka.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aramudin, A., & Susanti, R. H. (2024). EMPATHY AND TOLERANCE CULTIVATION IN PRIMARY STUDENTS THROUGH LOCAL CONTEXT-BASED SOCIAL SCIENCE LESSONS. Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, 27(1), 191–206.

Bariah, K. (2021). INTEGRASI NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH IBTIDAIYAH INTEGRAL AL UKHUWWAH. PEDIAMU: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, Dan Pembelajaran, 1(1), 18–31.

Hidayah, I. M. (2023). Transforming Traditions: Exploring the Adaptation of Nganteuran Tradition during the COVID-19 Pandemic. Journal of Contemporary Rituals and Traditions, 1(1), 17–24.

Hidayat, S., Nugraha, A., & Ramdani, M. R. (2024). Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dan Kesadaran Sejarah melalui Dongeng Sunda Si Kabayan dan Lutung Kasarung. KhidmatMu, 1(1), 1–7.

Kartinawati, E. (n.d.). Tradisi Munjung dan Relevansinya pada Kehidupan Masyarakat Era Kini.

Majid, B. (2017). Revitalisasi Fungsi Tradisi Lisan Dola Bololo dalam Masyarakat Ternate Moderen. ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan Dan Kesejarahan, 4(2), 114–135.

Meriyana, M. (2024). NILAI-NILAI SOSIAL KEAGAMAAN TRADISI NGANTEURAN PADA MASYARAKAT SUNDA (Studi Di Desa Tanjung Baru Kecamatan Warkuk Ranau Selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan). UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

Mukhlishin, A. (2024). Eksistensi Tradisi Nganteuran Pada Masyarakat Sunda Dilingkungan Masyarakat Islam Ranau. An Najah (Jurnal Pendidikan Islam Dan Sosial Keagamaan), 3(4), 18–36.

Pahleviannur, M. R., De Grave, A., Saputra, D. N., Mardianto, D., Hafrida, L., Bano, V. O., Susanto, E. E., Mahardhani, A. J., Alam, M. D. S., & Lisya, M. (2022). Metodologi penelitian kualitatif. Pradina Pustaka.

Rohmah, N. (2022). TRADISI NGANTEURAN DI MAUK-TANGERANG. Majalah Ilmiah Tabuah: Talimat, Budaya, Agama Dan Humaniora, 26(2), 89–96.

Setiati, A. (2023). EKONOMI BERBASIS KEARIFAN LOKAL: STUDI DESA WISATA SUKALASANA KABUPATEN GARUT. RELASI: JURNAL EKONOMI, 19(2), 364–380.

Setiawan, I. (2012). Agribisnis kreatif: pilar wirausaha masa depan, kekuatan dunia baru menuju kemakmuran hijau. Penebar Swadaya Grup.

Syaltut, M. S. A., Nurbaeti, N., & Gunawijaya, J. (2023). Budaya pangan masyarakat badui berbasis kearifan lokal (study budaya pangan Badui Luar). Jurnal Gastronomi Indonesia, 11(1), 14–22.

Utami, V. Y. (2020). Dinamika Modal Sosial dalam Pemberdayaan Masyarakat pada Desa Wisata Halal Setanggor: Kepercayaan, Jaringan Sosial dan Norma. Reformasi, 10(1), 34–44.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Nilai Kepedulian Sosial Dalam Nganteuran di Desa Galihpakuwon Kabupaten Garut. (2026). Naturalistic: Jurnal Kajian Dan Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 10(2), 132-139. https://doi.org/10.35568/naturalistic.v10i2.5897