HUBUNGAN LAMA WAKTU SEDENTARY LIFESTYLE DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA

Authors

  • Ade Tedi Irawan Universitas YPIB Majalengka
  • Lina Siti Nuryawati Universitas YPIB Majalengka
  • Eet Nurbaeti Istikomah Universitas YPIB Majalengka

Keywords:

sedentary lifestyle, kesehatan mental, remaja

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial, sehingga kesehatan mental menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan selain kesehatan fisik. Gaya hidup sedentari, yaitu kebiasaan beraktivitas dengan minim gerakan dalam jangka waktu lama, dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama waktu sedentary lifestyle dengan kesehatan mental pada remaja kelas X-XI di SMAN 2 Majalengka tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 89 responden yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) untuk mengukur aktivitas sedentari dan Self Reporting Questionnaire (SRQ) untuk menilai kesehatan mental. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22,5% remaja mengalami gangguan kesehatan mental dan 16,9% memiliki durasi sedentary lifestyle tinggi. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama waktu sedentary lifestyle dengan kesehatan mental (p = 0,005 < α 0,05). Kesimpulannya, semakin lama waktu sedentary lifestyle, semakin tinggi risiko gangguan kesehatan mental pada remaja. Penelitian ini merekomendasikan agar remaja lebih aktif mengikuti kegiatan fisik di sekolah maupun luar sekolah untuk menurunkan risiko masalah kesehatan mental.

 

Downloads

Published

2026-02-07