Budidaya dan Pengolahan Jahe Merah (Zingiber officinale var rubrum) Menggunakan Teknologi Bag Culture Pada Masa New Normal di Desa Darmaraja Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis

Authors

  • Nana Nana Universitas Siliwangi
  • Yanti Sofi Makiyah Unuversitas Siliwangi
  • Ernita Susanti Universitas Siliwangi
  • Ilham Rohman Ramadhan Universitas Siliwangi
  • Revanika Yusman Bhinekas Universitas Siliwangi
  • Luthviana Kanti

DOI:

https://doi.org/10.35568/abdimas.v4i1.1038

Keywords:

jahe merah, darmaraja, bag culture, new normal

Abstract

Jahe merah dengan nama latin Zingiber officinale var. Rubrum memiliki kandungan minyak atsiri sebesar 2,58-2,72%. Selain itu, kandungan senyawa kimia aktif seperti gingerol, zingeron, shogaol, gingerin dan zingerberin dalam jahe merah menyebabkan jahe merah memiliki khasiat yang besar untuk kesehatan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan kepada masyarakat di Desa Darmaraja, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan budidaya dan pengolahan tanaman jahe merah dengan menggunakan teknologi bag culture, yaitu sistem bertanam di dalam karung bekas atau polybag besar. Budidaya dan pengolahan jahe merah juga dilakukan untuk menumbuhkan semangat masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah. Metode yang dilakukan adalah dengan cara pelatihan budidaya dan pengolahan tanaman jahe merah. Setelah pelatihan dilaksanakan, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penanaman Jahe Merah dengan teknologi bag culture. Masyarakat memberikan respons yang sangat positif terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan dan menilai kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain itu, kegiatan ini dapat mendorong kemandirian ekonomi mitra dengan memanfaatkan jahe merah yang ditanam di pekarang untuk diolah menjadi bubuk jahe yang dapat dikonsumsi baik secara pribadi atau dijual secara komersial.

Kata kunci: jahe merah, Darmaraja, bag culture, new normal

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bahret, M., Steinberg, C. 2008. Spice Up YourSummer Greenhouse with Ginger. Tomatero

Publication Inc.

BPS Kab. Ciamis. 2016. Lumbung Dalam Angka 2016. Lumbung: BPS Kab. Ciamis

Geta, E., Kifle, A. 2011. Production, Processing and Marketing of Ginger in Southern Ethiopia.

Journal of Horticulture and Forestry. 3 (7): 207-213.

Inden, H., Asahira, T. and Hirano, A. 1988. Micropropagation of ginger. Acta Hort. 230:177-

Paul R. H, Francis Z. Boron. 2017. Calcium Deficiency causes Ginger Zingiber officinale

Roscoe Diebackin Hawaii. Agri Res & Tech: Open Access J; 9(1): 555755. DOI:

19080/ARTOAJ.2017.09.555755.

Rahman, H., Kishore, K., Denzongpa, R. 2009. Traditional Practices of Ginger Cultivation in

Northeast India. Indian Journal of Traditional Knowledge. 8 (1): 23-28.

Stirling, A.M. 2002. Erwinia chrysanthemi, the cause of soft rot in ginger (Zingiber officinale) in

Australia. Australasian Plant Pathology. 31(4):419-420.

Supriyanti, H. 2015. Untung Besar Budidaya Jahe Merah. Yogyakarta: Araska.

Triyono K, Sumarmi. 2018. Budidaya Tanaman Jahe di Desa Plesungan Kecamatan

Gondangrejo Kab. Karanganyar Provinsi Jawa Tengah. ADIWIDYA, 2 (2) – November

Zuhro, F., & Sukamto, D. S. 2018. Pengaruh Teknik Pemangkasan Batang Terhadap

Produktivitas Jahe Gajah (Zingiber Officinale Var. Officinale) dengan Sistem

Penanaman Bag Culture. Bioma: Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi, 3(1)

Downloads

Published

2022-01-03

How to Cite

Nana, N., Makiyah, Y. S. ., Susanti, E. ., Ramadhan, I. R., Bhinekas, R. Y., & Kanti, L. . (2022). Budidaya dan Pengolahan Jahe Merah (Zingiber officinale var rubrum) Menggunakan Teknologi Bag Culture Pada Masa New Normal di Desa Darmaraja Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis. ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 584–593. https://doi.org/10.35568/abdimas.v4i1.1038