The Relationship Between Body Mass Index and Hemoglobin Levels in Female Adolescents at SMK N 1 Bakauheni, South Lampung

Authors

  • Rani Ardina Faculty of Health Sciences, University of Muhammadiyah Pringsewu

DOI:

https://doi.org/10.35568/healthcare.v7i2.4805

Keywords:

Body Mass Index; Hemoglobin Level; Anemia

Abstract

One of the adolescent health problems that are the focus of the government is the prevention of anemia in adolescent girls. Based on a preliminary survey conducted at SMK N 1 Bakauheni, 20 students surveyed found 13 BMI students in the thin category who had anemia as many as 9 children. The purpose of this study was to determine the relationship between Body Mass Index and Hemoglobin Levels in Adolescent Girls at SMK N 1 Bakauheni South Lampung. This research method is quantitative with a cross sectional approach. The number of samples is 71 people with the sampling technique used is simple random sampling. From the test results using the Chi Square test, a significance value of 0.000 was obtained (p value 0.05). There is a relationship between body mass index and hemoglobin levels in adolescent girls at SMK N 1 Bakauheni, Lampung Selatan in 2022

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almatsier, Sunita. (2015). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Andriani, Merryana, B. W. (2013). Pengantar gizi dalam masyarakat. Kencana.

. (2014). Peranan gizi dalam siklus kehidupan. Kencana.

Ani, L. S. (2015). Anemia Defisiensi Besi Masa Prahamil & Hamil. EGC.

Arikunto. 2014, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Ed.Revisi, Cetakan 14. Jakarta : Renaka Cipta

El Shara,et al .(2017). Hubungan status gizi dengan kejadian anemia remaja putri di SMAN 2 Sawahlunto tahun 2014. Jurnal Kesehatan Andalas, Volume 6(1).

Fikawati dkk. (2017). Gizi Anak dan Remaja. Rajawali Pers.

Irianto, K. (2014). Epidemiologi Penyakit Menular & Tidak Menular Panduan Klinis. CV Alfabeta.

Kemenkes ( 2013). Riskesdas Biomedis Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Badan Litbangkes

Kemenkes. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 88 Tahun 2014 Tentang Standar Tablet Tambah Darah Bagi Wanita Usia Subur Dan Ibu Hamil. Jakarta : Kemenkes RI

Kemenkes (2018). Laporan Hasil Riset kesehatan Dasar 2018. Jakarta : Badan Litbangkes

Kemenkes RI (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta : Kemenkes RI

Martini ( 2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di MAN 1 Metro. Jurnal Kesehatan Metro Wai Wawai Volume VIII No 1

Mitayartikaani dan Wiwi S. (2013). Buku Saku Ilmu Gizi. TIM.

Notoatmodjo, S. (2014). Metodelogi Penelitian Kesehatan. Rineka cipta.

Par’i, H. M. (2016). Penilaian Status Gizi. EGC.

Patimah Sitti. (2017). Gizi Remaja Putri Plus 1000 Hari pertama Kehidupan. PT Refika Aditama.

Pujiningsih, S. (2014). Permasalahan Kehamilan Yang sering terjadi. Oryza.

Sibagariang, Eva E. (2014). Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta: TIM

Siregar E.D.P. (2018). Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Anemia Pada Mahasiswa D-III Kebidanan Tk I Poltekes Medan.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Sukarno KJ,dkk. (2016). Hubungan indeks massa tubuh dengan kadar hemoglobin pada remaja di Kecamatan Bolangitang Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Jurnal Kedokteran Klinik (JKK), Volume 1 No 1

Supariasa, dkk. (2016). Penilaian Status Gizi. EGC.

Yu Qin, et al (2013). anemia in relation to body mass index and waist circumference among chinese womN. Nutrition Jurnal, 12(10):1-3

WHO. (2017). Global Nutrition Target 2025 Anaemia Policy Brief. WHO.

Downloads

Published

2025-07-31