MODEL KONSEPTUAL MPASI LOKAL KALDU DAN GADON BERBASIS KEARIFAN BUDAYA SUNDA SEBAGAI INOVASI PANGAN ANAK DI KAWALU, TASIKMALAYA

Authors

  • Melsa Sagita Imaniar Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Jalan Tamansari Km.2,5 Kota Tasikmalaya, Indonesia.
  • Ade Kurniawati Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Jalan Tamansari Km.2,5 Kota Tasikmalaya, Indonesia
  • Dewi Nurdianti Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Jalan Tamansari Km.2,5 Kota Tasikmalaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35568/bimtas.v9i2.7264

Keywords:

MPASI lokal, kaldu, gadon, kearifan budaya, bidan komunitas, stunting, tasikmalaya

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Kota Tasikmalaya, yang berkaitan erat dengan praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang belum optimal. Sementara itu, masyarakat indonesia memiliki kekayaan budaya pangan lokal yang diwariskan turun-temurun, seperti kaldu dan gadon, yang berpotensi menjadi sumber gizi anak berbasis bahan alami, mudah diakses, dan konstektual dengan budaya. Pemahaman terhadap nilai budaya dan praktik tradisional ini penting sebagai dasar pengembangan inovasi MPASI lokal yang aman, bergizi, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan makna, praktik, dan nilai budaya pemberian MPASI lokal (kaldu dan gadon) di masyarakat Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, serta merumuskan model konseptual pemberian MPASI berbasis kearifan lokal sebagai dasar penelitian lanjutan mengenai komposisi gizi dan keamanan pangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualilatif deskriptif dengan rancangan etnografi mini. Informan terdiri dari ibu balita, nenek, bidan, kader posyandu, pelaku UMKM pangan, nutrisionis (n=25). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, FGD, observasi partisipatif, dan dokumentasi visual. Analisis dilakukan secara tematik menggunakan langkah Braun dan Clarke dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil menunjukkan lima tema utama: (1) MPASI sebagai warisan budaya dan simbol kasih sayang; (2) pengetahuan gizi berbasis pengalaman; (3) adaftasi tradisi dan modernitas dalam pembuatan kaldu dan gadon; (4) faktor pendukung dan penghambat keberlanjutan tradisi; serta (5) nilai budaya sebagai peluang inovasi pangan lokal. Tradisi ini berpotensi menjadi dasar pengembangan MPASI Gadon Terstandar untuk pencegahan stunting melalui kolaborasi bidan, kader, dan UMKM berbasis kearifan budaya.

 

 

 

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

MODEL KONSEPTUAL MPASI LOKAL KALDU DAN GADON BERBASIS KEARIFAN BUDAYA SUNDA SEBAGAI INOVASI PANGAN ANAK DI KAWALU, TASIKMALAYA. (2025). Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas, 9(2), 1-12. https://doi.org/10.35568/bimtas.v9i2.7264