HUBUNGAN FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN RUPTUR PERINEUM DI PMB HIRAWATI DESA SIMPANG BALIKKECAMATAN WIH PESAM KABUPATEN BENER MERIAH
DOI:
https://doi.org/10.35568/bimtas.v9i1.6899Keywords:
Ibu Bersalin, Faktor Risiko, Ruptur PerineumAbstract
Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2023 menunjukan peningkatan AKI yang signipikan yaitu 359 ibu per 1000.000 kelahiran hidup. Salah satu faktor yang menyebabkan masih tingginya Angka Kematian Ibu di Indonesia yaitu perdarahan. Perdarahan juga dapat disebabkan oleh ruptur perineum, kala II memanjang serta berat badan janin lebih dari 4.000 gram dapat menjadi penyulit persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor risiko terhadap kejadian ruptur perineum. Jenis penelitian menggunakan analitik dengan desain cross sectional, populasi penelitian seluruh ibu bersalin dan Teknik sampling dalam penelitian ini yaitu Non Probability Sampling dengan menggunakan metode retrospektif total sampling dengan jumlah sampel 94 responden. Analisis data menggunakan uji bivariat chi square dan multivariate dengan uji MANOVA. Hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin (p value= 0,004< 0,05) dan tidak terdapat hubungan antara variabel usia (p=0,167) dan variabel paritas (p=0,350) dengan kejadian ruptur perineum. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan agar meneliti lebih dari 1 PMB dan meneliti seluruh PMB yang terdapat di 1 kabupaten. Selanjutnya, diharapkan dapat mengumpulkan jumlah responden lebih banyak mencapai 1.000 orang untuk diteliti dan sebaiknya menggunakan data primer berdasarkan hasil pengamatan di lapangan
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 The Author(s)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



