EDUKASI KELUARGA DALAM SKRINING TUMBUH KEMBANG ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK KASIH IBU SUNGAI SARIAK BASO KABUPATEN AGAM
DOI:
https://doi.org/10.35568/balarea.v5i1.7625Keywords:
edukasi keluarga, skrining, tumbuh kembang, anak prasekolahAbstract
Masa prasekolah merupakan periode kritis dalam proses tumbuh kembang anak yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pada tahap ini anak membutuhkan stimulasi optimal, deteksi dini, dan intervensi segera saat ditemukan penyimpangan tumbuh kembang. Namun kondisi di masyarakat terutama di TK Kasih Ibu, Desa Sungai Sariak Nagari Koto Tinggi Kecamatan Baso Kabupaten Agam, menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua belum memahami pentingnya pemantauan tumbuh kembang secara berkala. Minimnya pengetahuan mengenai Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dan stimulasi dini menyebabkan keterlambatan deteksi gangguan perkembangan pada anak usia prasekolah. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya kemampuan orang tua dan guru dalam melakukan skrining tumbuh kembang anak, serta belum adanya kegiatan edukatif sistematis yang melibatkan keluarga sebagai mitra utama dalam pemantauan perkembangan anak yang berdampak pada masalah seperti gangguan bicara, motorik, atau perilaku yang seharusnya dapat diintervensi sejak dini. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga serta guru TK dalam melakukan skrining tumbuh kembang anak usia prasekolah menggunakan KPSP, serta membangun kesadaran pentingnya peran keluarga dalam stimulasi dan pemantauan tumbuh kembang anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan Family Empowerment through Education dengan kegiatan berupa penyuluhan, pelatihan praktik penggunaan KPSP, stimulasi anak, pendampingan, serta evaluasi melalui pre–post test. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan (Oktober-Desember 2025) di TK Kasih Ibu yang melibatkan dosen, mahasiswa, 2 guru TK, 2 orang kader posyandu, dan 9 orang tua siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga tentang konsep tumbuh kembang, tanda penyimpangan tumbuh kembang, serta kemampuan keluarga dalam melakukan skrining awal secara mandiri. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan peran keluarga sebagai mitra tenaga kesehatan dalam deteksi dini masalah tumbuh kembang anak.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 The Author(s)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







