Penerapan Inhalasi Sederhana Daun Mint Untuk Mengurangi Napas Terhadap Pasien TB Paru Pads Tn. A Di Ruang Aster RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya

Authors

  • Devi Nurfadillah Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Bayu Brahmantia Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Ubad Badrudin Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

DOI:

https://doi.org/10.35568/senal.v3i1.7415

Keywords:

asuhan keperawatan, inhalasi daun mint, sesak napas, tuberculosis paru

Abstract

Tuberkulosis merupakan suatu penyakit menular disebabkan oleh 
bakteri mycobacterium tuberculosis sehingga dapat menyerang berbagai organ terutama pada paru-paru. Salah satu gejala yang terjadi pada penderita tuberculosis paru adalah sesak napas, batuk berdahak, dan nyeri dada yang berakibat peradangan pada jaringan paru-paru sehingga menyebabkan gangguan fungsi tubuh. Pemberian pengobatan non farmakologis merupakan salah satu upaya untuk mengurangi sesak napas. Aroma terapi dapat digunakan dengan metode inhalasi sederhana dengan menghirup uap hangat dari air mendidih yang telah dicampur dengan aroma terapi sebagai penghangat, misalnya daun mint. Inhalasi melibatkan pemberian obat dengan cara dihirup ke saluran pernapasan menggunakan alat dan bahan sederhana. Tujuan studi kasus untuk menerapkan terapi inhalasi untuk menurunkan sesak napas pada pasien tuberculosis paru. Metode studi kasus deskriptif dengan melibatkan satu responden dalam proses asuhan keperawatan. Hasil penerapan selama 3 hari menunjukkan adanya perubahan frekuensi napas dari sebelum dilakukan inhalasi daun mint yaitu 27x/menit dan setelah dilakukan inhalasi daun mint turun menjadi 24x/menit selama 3 hari perawatan. Kesimpulan menunjukkan terapi inhalasi daun mint efektif menurunkan sesak napas pada pasien tuberculosis paru. Saran, diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan tindakan pemberian inhalasi daun mint untuk menurunkan sesak napas pada pasien tuberculosis paru.

Downloads

Published

2026-02-28