Penerapan Terapi Kompres Dingin Untuk Menurunkan Skala Nyeri Pada Pasien NY. D Dengan Post Operasi Fraktur Fibula Di Ruang Mitra Batik 4 RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya

Authors

  • Desta Laila Ramadita Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Heri Budiawan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Ubad Badrudin Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

DOI:

https://doi.org/10.35568/senal.v3i1.7406

Keywords:

Fraktur, Skala Nyeri, Kompres Dingin

Abstract

Fraktur merupakan diskontinuitas pada struktur tulang akibat trauma 
atau kondisi patologis, penanganan post operasi yang sering dilakukan 
yaitu Open Reduction Internal Fixation (ORIF). Meskipun ORIF mempercepat proses pemulihan, prosedur ini kerap disertai dengan 
komplikasi seperti nyeri, penurunan kekuatan otot, dan keterbatasan 
gerak akibat imobilisasi. Salah satu teknik non-farmakologis adalah 
terapi kompres dingin. Kompres dingin diterapkan untuk mengurangi 
edema setelah operasi 24 jam pertama sebagai analgetik anti nyeri, 
misalnya pada pasien fraktur, memar dan benturan. Tujuan ini untuk 
melakukan asuhan keperawatan dengan pemberian terapi kompres dingin 
untuk menurunkan skala nyeri pada pasien fraktur. Metode ini menggunakan studi kasus pendekatan asuhan keperawatan data 
dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Hasil penerapan 
implementasi yang dilakukan pada Ny. D terapi kompres dingin untuk 
menurunkan skala nyeri pada fraktur yang dilakukan selama 1 kali dalam 
3 hari secara berturut pada tanggal 12 november 2025 didapatkan hasil 
sebelum dilakukan terapi kompres dingin tingkat nyeri 6 (nyeri sedang) 
dan setelah dilakukan terapi kompres dingin tingkat nyeri 3 (nyeri 
ringan). Kesimpulan terapi kompres dingin efektif untuk menurunkan 
skala nyeri pada pasien post operasi fraktur. Disarankan untuk tenaga 
kesehatan dapat melakukan terapi kompres dingin sebagai salah satu 
alternatif untuk menurunkan skala nyeri pada pasien fraktur.

Downloads

Published

2025-11-21 — Updated on 2026-02-28

Versions