Asuhan Keperawatan Dengan Penerapan Relaksasi Nafas Dalam Untuk Menurunkan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Apendisitis Di Ruang Melati 4RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya
DOI:
https://doi.org/10.35568/senal.v3i1.7383Keywords:
Asuhan Keperawatan, relaksasi, nafas dalam, nyeri, apendiksitisAbstract
Apendisitis adalah kondisi infeksi pada usus buntu. Beberapa kasus apendisitis memerlukan tindakan laparoskopi. Dampak dari apendisitis yaitu terjadi perforasi atau beresiko pecahnya usus buntu yang berisi nanah. Tindakan pengobatan terhadap apendisitis dapat dilakukan dengan cara pembedahan dengan membuang apendiks. Adapun respon yang timbul setelah tindakan apendiktomi mengakibatkan kerusakan jaringan dan rusaknya ujung-ujung syaraf yang menyebabkan nyeri. Penanganan nyeri secara non farmakologis salah satunya dengan terapi relaksasi nafas dalam. Tujuan studi kasus untuk mengetahui penerapan relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi apendisitis. Metode yang digunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan, pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang lainnya. Hasil pengkajian pasien mengeluh nyeri pada luka post op apendisitis, skala nyeri 6 (0-10), diagnosa keperawatan utama nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik, rencana keperawatan dengan pemberian terapi relaksasi nafas dalam. Implementasi pemberian relaksasi nafas dalam diberikan sehari 3 kali dengan durasi 15 menit. Evaluasi selama 3 hari, masalah keperawatan teratasi dari skala nyeri 6 menjadi skala nyeri 2 (0-10) nyeri ringan. Kesimpulan terapi relaksasi nafas dalam dapat menurunkan nyeri pada pasien post op apendisitis. Disarankan bagi tenaga kesehatan terutama perawat dapat memberikan terapi relaksasi nafas dalam sebagai salah satu penanganan nyeri non farmakologis untuk menurunkan nyeri pada pasien post op apendisitis.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 The Author(s)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








