Penerapan Fisioterapi Dada Dan Batuk Efektif Terhadap Bersihan Jalan Nafas Pada Pasien Tb Paru Di Ruang Aster Rsud Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya
DOI:
https://doi.org/10.35568/senal.v2i2.7338Keywords:
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif, isioterapi dada dan batuk efektif, TB ParuAbstract
Tuberculosis paru merupakan penyakit infeksi disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis yang secara khas ditandai oleh pembentukan granuloma dan menimbulkan nekrosis jaringan. Intervensi keperawatan yang bisa diterapkan pada pasien TB paru yaitu fisioterapi dada dan batuk efektif. Tujuan studi kasus ini untuk menerapkan asuhan keperawatan pada pasien TB Paru dengan penerapan fisioterapi dada dan batuk efektif. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan responden 1 orang pasien TB Paru. Hasil pengkajian responden mengeluh batuk berdahak dan sulit keluar. Intervensi dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore selama 3-5 menit . Hasil evaluasi menunjukan bahwa pasien dapat mengeluarkan sputum, dari frekuensi napas 28x/ menit menjadi 24x/menit, saturasi oksigen dari 95% menjadi 98% setelah dilakukan penerapan fisioterapi dada dan batuk efektif klien mampu mengeluarkan sputum setelah penerapan selama 4 hari. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi profesi perawat untuk menjadikan fisioterapi dada dan batuk efektif sebagai salah satu terapi nonfarmakologi untuk mengeluarkan sputum.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 The Author(s)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








