TINGKAT STRES DIHUBUNGKAN DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA SISWI DI SMAN 2 CIAMIS
DOI:
https://doi.org/10.35568/v2yr3x06Keywords:
Remaja Putri, Siklus Menstruasi, Tingkat StresAbstract
Prevalensi gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di Indonesia masih belum jelas, namun kondisi ini berpotensi mempengaruhi kesehatan reproduksi mereka. Siklus menstruasi adalah serangkaian perubahan fisiologis yang terjadi pada tubuh wanita, terutama pada sistem reproduksi, yang dipengaruhi oleh hormon. Gangguan pada siklus menstruasi, seperti ketidakteraturan atau terlambatnya periode menstruasi, sering kali dipengaruhi oleh berbagai factor diantaranya berat badan, aktivitas fisik, diet, gangguan endokrin dan stres. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada siswi di SMAN 2 Ciamis. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi seluruh siswi SMAN 2 Ciamis sebanyak 730 orang dan ukuran sampel sebanyak 88 responden proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner di analisis menggunakan distribusi frekuensi dan uji ANOVA one way. Hasil penelitian menunjukkan tingkat stres terbanyak yaitu tingkat stres sedang 39 responden (44,3%), kategori normal 13 responden (14,8%), tingkat stres ringan 27 responden (30,7%) dan tingkat stres berat 9 responden (10,2%). Siklus menstruasi rata-rata 38 hari. Hasil uji ANOVA menunjukan bahwa nilai p value = 0,000, kesimpulan terdapat hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada siswi di SMAN 2 Ciamis. Disarankan siswi lebih memperhatikan pengelolaan stres, seperti dengan melakukan aktivitas relaksasi, olahraga, atau berbicara dengan konselor sekolah.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 The Author(s)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








