AKTIVITAS FISIK DIHUBUNGKAN DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 3 TASIKMALAYA

Authors

  • Tiara Oktaviani Prodi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Tasikmalaya 46191, Indonesia
  • Neni Nuraeni Prodi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Tasikmalaya 46191, Indonesia
  • Yuyun Solihatin Prodi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Tasikmalaya 46191, Indonesia
  • Ubad Badrudin Prodi Bimbingan Konseling, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Tasikmalaya 46191, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35568/qs35y817

Keywords:

Keputihan, aktivitas fisk, remaja putri

Abstract

Fluor albus atau keputihan merupakan masalah kesehatan yang umum dialami wanita di seluruh dunia. Di Indonesia, sekitar 90% remaja putri berpotensi mengalaminya, terutama karena iklim tropis yang mendukung pertumbuhan jamur, virus, dan bakteri. Aktivitas fisik berperan penting dalam mempengaruhi hormon reproduksi. Faktor-faktor yang menyebabkan kejadian keputihan di antaranya menarche, masa ovulasi, dan kebersihan diri.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SMAN 3 Tasikmalaya. Metode penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri di SMAN 3 Tasikmalaya dengan teknik proportionate stratified random sampling sebanyak 71 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi-Square.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan aktivitas fisik berat sebesar 47,9%, aktivitas fisik ringan sebesar 35,2%, dan aktivitas fisik sedang sebesar 16,9%. Sebagian besar responden (52,1%) mengalami keputihan patologis, sedangkan 47,9% mengalami keputihan fisiologis. Uji statistik menunjukkan nilai ρ = 0,000 yang berarti terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian keputihan.  Dari hasil penelitian ini disarankan agar remaja putri melakukan aktivitas fisik secara teratur, seperti olahraga ringan atau berjalan kaki, serta menjaga kebersihan diri untuk mencegah terjadinya keputihan patologis.

Downloads

Published

2025-03-16