Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kejadian Skabies Di Pesantren Ar-Rohmah Tasikmalaya

Authors

  • Suwondo Anjar Rifa'i Prodi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan ,Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Tasikmalaya 46191, Indonesia.
  • Nina Pamela Sari Prodi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan ,Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Tasikmalaya 46191, Indonesia.
  • Titin Suhartini Prodi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan ,Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Tasikmalaya 46191, Indonesia.
  • Ubad Badrudin Prodi Bimbingan Konseling, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Tasikmalaya 46191, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35568/senal.v2i1.5287

Keywords:

Pengetahuan , Skabies , Pesantren

Abstract

Skabies merupakan suatu penyakit tropis yang disebabkan oleh investasi tungau Sarcoptes scabiei yang menular serta sering terjadi di lingkungan padat seperti pesantren. Di kalangan santri, skabies sering menjadi topik sensitif karena stigma yang melekat pada penyakit ini. Banyak santri merasa malu atau enggan mengakui bahwa mereka terkena skabies, sehingga mereka cenderung menutupi gejala dan tidak segera mencari pengobatan. Skabies juga mempengaruhi produktivitas belajar, dengan rasa gatal dan gangguan tidur yang menurunkan konsentrasi dan meningkatkan ketidakhadiran. Faktor risiko di pesantren seperti kebersihan kurang, tempat tidur padat, dan berbagi barang pribadi. Kurangnya edukasi serta fasilitas sanitasi memperburuk situasi, menjadikan skabies tantangan kesehatan yang serius dan mendesak untuk ditangani. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan uji korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi yang menjadi subjek penelitian ini yaitu santri pesantren Ar-Rohmah Tasikmalaya 49 responden. Teknik sampling menggunakan teknik non probability yaitu total sampling, besar sampel pada penelitian ini dengan mengambil semua anggota populasi sebanyak 49 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian skabies dengan nilai p value 0,000. Hasil tersebut menunjukkan sebagian besar responden berpengetahuan kurang dan positif skabies. `Santri dengan tingkat pengetahuan yang kurang, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami skabies karena mereka tidak memahami cara penularan dan pencegahannya. Tanpa pengetahuan yang baik, mereka sering mengabaikan kebersihan pribadi dan lingkungan, serta tidak menyadari gejala awal skabies yang mengakibatkan penundaan dalam mencari pengobatan. Diharapkan adanya peningkatan edukasi kesehatan bagi santri. Memasukkan materi kesehatan, khususnya skabies ke dalam kurikulum ajaran di pesantren.

Downloads

Published

2025-07-11