Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Di Ruang Melati 2A RSUD Dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya

Authors

  • Sarah Nurul Falah Prodi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan ,Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Tasikmalaya 46191, Indonesia
  • Neni Nuraeni Prodi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan ,Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Tasikmalaya 46191, Indonesia
  • Rosy Rosnawanty Prodi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan ,Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Tasikmalaya 46191, Indonesia
  • Ubad Badrudin Prodi Bimbingan Konseling, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Tasikmalaya 46191, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35568/senal.v1i3.5152

Keywords:

ketuban pecah dini, pengetahuan, post partum spontan

Abstract

Ketuban pecah dini adalah kebocoran selaput ketuban sebelum melahirkan dan kurang dari 37 minggu kehamilan.WHO menyatakan bahwa Kematian ibu terjadi saat hamil, bersalin, pasca persalinan adapun penyebanya yang berhubungan langsung atau tidak langsung terhadap kehamilan. Penyebab kematian ibu diantaranya infeksi 10% kelahiran hidup. Ketuban pecah dini adalah salah satu unsur yang mengakibatkan infeksi. Sehingga kurangnya pengetahuan secara tidak langsung dapat terbentuknya sikap dan perilaku dalam mengambil keputusan bila terjadi ketuban pecah dini. Tujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian ketuban pecah dini Di Ruang Melati 2A RSUD Dr.Soekardjo Tasikmalaya. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua ibu post partum spontan di ruang melati 2A dengan teknik accidental sampling diperoleh jumlah sampel sebanyak 53. Pengumpulan data kuesioner dan dianalisis menggunakan deskriptif dan uji chi square. Hasil didapatkan pengetahuan responden tentang ketuban pecah dini sebagian besar baik (52,8%), kejadian ketuban pecah dini sebanyak 52,8%. Hasil uji didapatkan nilai ρ value 0,001. Kesimpulan ada hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu post partum spontan.Saran peneliti diharapkan petugas kesehatan lebih maksimal memberikan informasi melalui penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang ketuban pecah dini.

Downloads

Published

2025-01-28