Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.35568/senal.v1i3.5092Keywords:
Berat Badan Bayi Rendah, BBLRAbstract
Prevelensi kematian bayi di Indonesia masih tinggi salah satu penyebabnya adalah Berat Bayi Lahir Rendah. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya Berat Bayi Lahir Rendah pada bayi disebabkan oleh berat bayi lahir rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Metode penelitian ini yaitu menggunakan jenis penelitian korelasi dengan pendekatan retrospketif. Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi yang mengalami Berat Bayi Lahir Rendah di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dari bulan Januari-Maret 2024 didapatkan sebanyak 76 responden. Data di analisis menggunakan distribusi frekuensi dan Uji-Chi square. Hasil penelitian didapatkan faktor usia <20 dan >35 tahun sebanyak 49 responden (64,5%), usia 20-35 tahun 27 responden (35,5%). Faktor paritas grandemultipara sebanyak 56 responden (73,7%), primipara dan multipara sebanyak 20 responden (26,3%). Faktor usia kehamilan <37 minggu sebanyak 58 responden (76,3%), usia kehamilan >37 minggu sebanyak 18 responden (23,7%). Hasil uji Chi-Square didapatkan p =0,000 < α 0,05. Kesimpulan ada hubungan antara umur ibu, paritas, usia kehamilan dengan kejadian berat bayi lahir rendah di ruang perinatologi RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Disarankan bagi tenaga kesehatan khususnya bagi profesi perawat dan bidan agar bisa meningkatkan pelayanan kesehatan dan memberikan penyuluhan kepada ibu hamil.
Kata Kunci: Berat Bayi Lahir Rendah; BBLR;
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 The Author(s)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








